Skip to content
Site Tools
default color blue color green color
Home arrow News
News
Artikel FILATELI

Selintas Mengenai:

Perkembangan  Prangko di Indonesia

PRANGKO adalah benda berharga. Disamping fungsi utamanya sebagai tanda pelunasan porto dan biaya pos , prangko juga merupakan wahana untuk menyampaikan pesan mengenai berbagai kepentingan masyarakat, termasuk carik kenangan bendapos bercetakan prangko. Dengan mempelajari prangko Indonesia anda dapat memperoleh wawasan akan keindahan kepulauan Indoneia dan lain-lain.

Sebelum prangko tercipta, pelunasan biaya pengiriman surat masih dilakukan dengan sejumlah uang tunai. Pembayaran secara tunai ini ada yang harus dibayar terlebih dahulu oleh si pengirim surat,  tapi ada pula yang harus dibayar oleh si alamat. Prangko pertama diterbitkan di Inggris pada tanggal  6 Mei 1840. Setelah itu berkembang ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia prangko berkembang dengan melalui beberapa periode (masa).

Masa Penjajahan Belanda
Pada tahun 1864  dipergunakan prangko "Raja Willem III". Prangko pada zaman Hindia Belanda ini berwarna merah anggur dan memuat gambar Raja Willem III dari Belanda dalam bingkai berbentuk persegi, pada bagian atas prangko terdapat tulisan " 10 cent" dan pada bagian bawahnya memuat tulisan "Postzegel", pada bagian sebelah kiri memuat tulisan "Nederl" dan pada bagian kanan memuat tulisan" Indie". Prangko Hindia Belanda pertama ini tidak berperforasi (tanpa gigi), dicetak di negeri Belanda (Utrecht) sebanyak 2.000.000 prangko.Gambar prangkonya dirancang oleh T.W kaisar dari Amsterdam.

Masa Pendudukan Jepang
Sesudah pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada bala tentara Jepang tanggal 8 Maret 1942, pemerintahan Sipil dilakukan dibawah Pimpinan Angkatan Perang Jepang. Pada awal Pendudukan Jepang persediaan prangko Jaman Belanda masih banyak.Karena prangko baru belum sempat dicetak ,prangko-prangko lama tetap dipergunakan dengan membubuhkan cetak tindih yang mempergunakan huruf Jepang. Gambar-gambar cap tersebut ada yang berupa " Binatang" seperti di daerah Aceh, ada yang berbentuk " Palang" seperti di Sumatra Utara dan ada yang berwujud "Jangkar" seperti di daerah Indonesia Timur. Cetak tindih tersebut memuat kata "Dai Nippos Yubin Kyoku" . Pada tahun 1943 diterbitkan prangko-prangko Jepang yang bergambarkan bola dunia dengan peta kerajaan Jepang, kerbau yang sedang membajak, pantai laut dan lain-lain.

Masa Perang Mempertahankan Kemerdekaan
Selama lebih dari sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, pelayanan pos masih ditangani olah Dinas Pos Jepang.
Tanggal 29 September 1945 , tentara Belanda yang membonceng tentara sekutu yang bertugas melucuti persenjataan Jepang, mendarat di Batavia. Terjadilah perang fisik yang paling berdarah dalam sejarah bangsa Indonesia yang menelan korban lebih dari 1 juta jiwa. Perang berlangsung sejak Oktober 1945 s.d akhir 1949.
Dari sudut Filateli masa tersebut sangat menarik karena ada tiga pelayanan pos yang diselenggarakan oleh dua negara yang bermusuhan di  wilayah yang sama. Di kota-kota besar yang berhasil direbut Belanda berlangsung pelayanan pos dengan menggunakan prangko Ned-Indie. Dilain pihak daerah yang masih dikuasai oleh RI, pelayanan pos diselenggarakan oleh Djawatan PTT dengan menggunakan Prangko Indonesia. Prangko pertama yang dicetak oleh Pemerintaha Republik Indonesia yaitu "Memperingati setengah tahun merdeka", dalam memperingati 1 tahun merdeka Pemerintah Indonesia menerbitkan prangko seri Revolusi tanpa perekat yang pada waktu di cetak di Jakarta.

Masa Demokrasi Liberal
Pada awal tahun 1950 setelah berakhirnya masa Perang Kemerdekaan, PTT Indonesia memulai lembaran baru dalam sejarahnya. Sebagai akibat taktik bumi hangus gerakan-gerakan gerilya pejuang, berpuluh-puluh Kantor Pos, Kantor Telegrap dan Kantor Telepon hancur. Hal ini merupakan tantangan bagi PTT karena  kejadian tersebut merupakan hambatan terhadap lancarnya usaha pengluasan dan pembangunan Jawatan PTT. Salah satu sumber pendapatan Jawatan PTT untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran eksploitasi  Perusahaan adalah hasil penjualan benda-benda pos, antara lain berbagai jenis prangko, sampul, warkatpos, kartupos, kupon balasan internasional formulir-formulir dan lain-lain. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut maka diadakan pembaharuan kontrak antara Jawatan PTT dengan N.V Joh.Enschede en Zonen di Haarlem (Negeri Belanda) untuk pencetakan prangko harga Rp 1,- ke atas dalam masa 5 tahun mulai tanggal 1 Januari 1950.
Pada permulaan tahun 1950 mulai terdapat prangko:

 Prangko biasa seri Angka (smelt) yang terbit pada tanggal 1-1-1949,

 Prangko Biasa seri Bangunan (dengan gambar rumah dan candi) yang terbit pada tanggal 1-9-1949,

Prangko Peringatan UPU (seri UPU) yang terbit pada tanggal 1-10-1949.

Pada awal 1950 sebagian dari sisa persediaan Prangko Seri Angka dan Seri Bangunan dibubuhi cetak tindih "R.I.S", dan selama tahun 1950 diterbitkanlah prangko-prangko seperti Prangko RIS yang terbit pada tanggal 17-1-1950, Prangko Peringatan Seri Garuda diterbitkan pada tanggal 17-8-1950 dll.

Masa Demokrasi Terpimpin
Pada tahun 1959-1965 banyak juga prangko yang diterbitkan, seperti Prangko Biasa, Prangko Peringatan, Prangko Istimewa dan Prangko Amal. Untuk memperingati Dekrit Presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan berlakunya kembali Undang-undang dasar 1945 , dikeluarkanlah pada tanggal 17-8-1959 Prangko Peringatan "Berlakunya kembali UUD 1945" yang  terdiri dari 4 macam dengan harga 20 sen, 50 sen, 75 sen. Sampul Hari Pertama diterbitkan dengan harga Rp 7,50,-.

Pada tanggal 26-10-1959 diterbitkan Prangko Peringatan seri Konperensi Kolombo ke II sehubungan dengan diadakannya Konperensi Rencana Kolombo ke dua di Yogyakarta. Dalam tahun 1960 dikeluarkan Prangko Peringatan seri "Kongres Pemuda Seluruh Indonesia", “tahun Pengunsi Sedunia”, seri “Hari Kesehatan Sedunia, "Pembasmian Malaria" dan prangko amal seri "Hari Sosial”  serta  prangko biasa seri “Presiden” dan seri “Hasil Bumi”. Pada tahun 1962 bertalian dengan Asian games ke empat di Jakarta tanggal 22 Agustus 1962 s.d 6 September 1962 diterbitkan seri “Asian Games”. Pada tahun 1963 diantaranya diterbitkan seri “Bendera Merah Putih”, dan pada tahun 1964 diterbitkan seri “Presiden”,”Transport” dan “Komunikasi”.

Selama masa Demokrasi Terpimpin ini Jawatan PTT, PN Postel dan PN Pos dan Giro mempunyai fungsi social;  dalam pengumpulan dana bagi badan-badan sosial memberikan hasil bersih dari harga tambahan prangko- prangko amal kepada badan-badan sosial.

Masa Orde Baru
Perkembangan prangko di masa Orde Baru mulai tangggal 11 maret 1966 s.d akhir tahun 1980, banyak prangko yang telah diterbitkan.  Sebagai contoh mulai dari prangko “Pahlawan Revolusi” yang terbit pada tahun 1966 s.d prangko Peringatan 10 Tahun AOPTS ( Asian Oceanic Postel Training School) yang terbit pada tanggal 10-9-1980. Berbagai jenis prangko telah diterbitkan,  semakin hari semakin baik,  dari segi desain maupun bahannya. Untuk dapat melihat jenis prangko-prangko yang telah diterbitkan anda dapat melihat pada katalog prangko Indonesia.

 Sumber: www.filateli.net
 
LALAT

 

KEKUASAAN ALLAH PADA SEEKOR LALAT


Semua kita pasti tahu, apa itu lalat! Ya, ia seekor makhluk Allah subhanahu wata'aala yang dikenal suka hinggap di tempat-tempat yang jorok dan banyak membawa penyakit/kuman. Sekalipun begitu, ia ada disebutkan di dalam al-Qur`an dan juga hadits nabawi. Lantas, apa keistimewaannya, sehingga Allah subhanahu wata'aala menyebut dan menyinggungnya? Adakah hikmah di balik itu? Bagaimana kedudukannya di dalam hadits nabi shallallahu 'alahi wasallam? Adakah pernyataan ilmiah yang menunjukkan keistimewaannya? Melalui halaman yang singkat ini, Insya Allah subhanahu wata'aala kita akan menyinggung secara ringkas tema-tema tersebut.

Lalat di Dalam al-Qur`an

Lalat yang di dalam bahasa Arabnya, "adz-Dzubab" disinggung dalam satu ayat, yaitu ayat 73, surah al-Hajj. Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (QS.al-Hajj:73)

Dalam ayat ini terdapat seruan agar bertauhid kepada Allah subhanahu wata'aala dan kecaman terhadap kesyirikan dan orang-orang Musyrik. Sebagaimana dinyatakan Ibn Katsir rahimahullah dalam ayat ini Allah subhanahu wata'aala mengingatkan betapa hina-dinanya berhala-berhala itu dan betapa piciknya akal para penyembahnya.

Apa yang disembah orang-orang jahil dan musyrik itu diberi perumpamaan dengan sesuatu yang hina, yaitu seekor lalat. Bahwa sekalipun semua sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala dan patung-patung itu berkumpul untuk menciptakan seekor lalat saja, benda-benda mati itu tidak akan pernah mampu melakukannya. Padahal apalah arti seekor lalat; makhluk yang sangat hina dan jorok. Bahkan, jangankan menciptakan, bila ada seekor lalat merampas sesuatu dari tubuhnya, berhala-berhala itu tak mampu untuk melindungi diri sendiri. Jadi alangkah lemah dan hinanya berhala-berhala itu, bilamana seekor lalat yang dikenal lemah dan jorok justeru lebih kuat darinya. Karena itu, keduanya sama-sama lemah, baik lalat maupun berhala-berhala itu.

Syaikh Abu Bakar al-Jaza`iri mengatakan, “Dibuatnya permisalan dengan seekor lalat itu merupakan sesuatu yang baik dalam bahasa Arab, karena dapat lebih mendekatkan kepada pemahaman.”

Allah subhanahu wata'aala menyebutkan sesuatu di dalam al-Qur`an bukan asal sebut. Pasti ada nilai lebih dari apa yang disebutkan itu. Contohnya, Allah subhanahu wata'aala banyak bersumpah dengan makhluk ciptaan-Nya seperti matahari, waktu Dhuha, dan seterusnya. Itu semua karena apa yang dijadikan objek sumpah itu memiliki nilai lebih di sisi Allah subhanahu wata'aala. Dan terbukti secara ilmiah kemanfaatannya bagi alam semesta ini, tak terkecuali penyebutan seekor lalat.

Lalat di Dalam Hadits Nabi shallallahu 'alahi wasallam

Bilamana di dalam al-Qur`an hanya disebutkan dalam satu ayat saja, maka di dalam hadits nabi shallallahu 'alahi wasallam penyebutannya lebih banyak. Salah satunya, terkait dengan adanya 'dualisme' dalam diri lalat itu. Artinya, di satu sisi pada dirinya itu terdapat racun, namun di sisi yang lain justru sebagai penawarnya alias pada kedua sayapnya.

Di antara hadits-hadits itu adalah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskanlah (buanglah), karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar)." (HR. al-Bukhari)

Hadits mengenai hal ini cukup banyak dan dipaparkan dengan redaksi yang hampir mirip.

Sepintas, hadits ini bagi kelompok yang berlebihan dalam mengkultuskan akal, seperti kelompok Mu'tazilah dan para Orientalis, hadits ini dianggap irrasional (tidak masuk akal). Sebab menurut akal mereka, bagaimana mungkin dapat diterima kenyataan bahwa lalat yang menjijikkan itu memiliki penyakit (racun) sekaligus obat (penawar). Apalagi bila ia terjatuh pada minuman, maka harus dibenamkan semua badannya agar minuman tersebut dapat dikonsumsi lagi dan tidak membahayakan. Sungguh menjijikkan.!!

Tetapi realitasnya, hadits tersebut dari sisi kualitasnya adalah hadits yang shahih. Karena itu, tidak ada tempat dan alasan untuk menolaknya, sebab yang mengucapkannya adalah Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wasallam yang tidak mengatakan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu Allah subhanahu wata'aala (QS. an-Najm:3).

Bagi orang beriman, bilamana telah terbukti secara valid dan kuat keshahihan kualitas suatu hadits, maka terlebih dulu ia harus meyakini kebenarannya, terlepas apakah ada hikmah di balik itu ataukah tidak! Hadits ini termasuk mukjizat Nabi shallallahu 'alahi wasallam dari sisi ilmiah. Lalu, apakah memang terbukti secara ilmiah demikian.?

Pernyataan Ilmiah Tentang Lalat

Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya dunia ilmu pengetahuan, tampak jelaslah kebenaran hadits Nabi shallallahu 'alahi wasallam tentang lalat. Dalam hal ini, dunia kedokteran berhasil membuktikan keilmiahan ucapan Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam itu.

Prof.DR.Amin Ridha menjelaskan beberapa poin tentang kenyataan tersebut, di antaranya, "… Ketiga, tidak benar kalau dikatakan bahwa dunia kedokteran belum pernah mengadakan pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan lalat. Lalat pernah digunakan sebagai obat bagi penyakit borok menahun dan paru (Frambosia Tropica), yang terjadi pada 30 tahun pertama abad ke-20, sebelum struktur kimia sulfa ditemukan.

Untuk keperluan itu, lalat dipelihara secara khusus. Penemuan membuktikan bahwa lalat mengandung virus pembunuh kuman (bakterial). Dari penelitian itu ditemukan, bahwa lalat di samping membawa kuman-kuman penyakit, ia juga membawa bakterial yang membunuh kuman-kuman. Penelitian ini terhenti karena di saat yang bersamaan, ditemukan struktur kimia sulfa.

Keempat, Hadits tentang lalat menginformasikan adanya sejenis racun pada lalat. Kenyataan ini baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern dua abad belakangan. Sebelumnya, bisa jadi orang tidak mempercayai kebenaran hadits tentang lalat ini. Jika sudah ditemukan bahwa lalat selain membawa penyakit, ia juga mengandung bakterial pembunuh kuman, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui:

Tidak benar, kuman yang dibawa lalat berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit.

Tidak benar, banyaknya kuman yang dibawa oleh lalat cukup untuk menimbulkan penyakit bagi orang yang menelan kuman itu.

Tidak benar, tubuh manusia dapat terhindar sama sekali dari semua kuman berbahaya. Kalau seandainya begitu, justeru itulah yang sangat berbahaya bagi manusia. Sebab jika tubuh manusia berulang-ulang kemasukan kuman yang berbahaya dalam jumlah sedikit, maka kuman akan menjadi daya tahan terhadap kuman-kuman sejenisnya. Hadits tersebut memberikan informasi penting adanya kuman pada lalat, yang berlawanan dengan racun yang dibawanya. Ini membuktikan bahwa bakteri, virus dan kuman sejenisnya saling berperang dan saling mematikan; yang satu membunuh yang lain dengan jalan mengeluarkan zat beracun. Zat beracun ini yang kemudian digunakan sebagai bahan pengobatan yang lazim disebut antibiotika, seperti: Penicilin dan Cloromicitin. Dan ini bukan saja ada pada lalat, hampir semua binatang berbisa ternyata bisanya itu malah menjadi penyembuh, jika dijadikan sebagai obat. Segala sesuatu yang belum ditemukan dan belum diteliti oleh ilmu pengetahuan jangan diramalkan. Tetapi penelitian harus dilakukan selengkap dan sesempurna mungkin dan tidak boleh dihentikan. Oleh karena itu, merupakan tindakan yang salah jika tergesa-gesa menilai ketidakrasionalan hadits tentang lalat ini tanpa bukti dari hasil penelitian ilmiah modern."

Perlu diketahui, lalat hinggap pada barang-barang yang dipenuhi kuman-kuman, yang dapat menim-bulkan berbagai macam penyakit. Sebagian kuman itu berpindah
ke organ tubuh lalat, dan sebagian lainnya dimakan. Dari kuman-kuman ini terbentuk unsur toxine di dalam tubuhnya, yang menurut istilah medis disebut antibakteria. Dialah yang bertugas membunuh berbagai kuman penyakit. Kuman-kuman penyakit ini tidak mungkin bertahan hidup atau mempengaruhi tubuh manusia, selagi masih ada antibakteria, khususnya pada salah satu sayap lalat.

Karenanya, ia mampu mengarahkan bakteri ke arahnya, maka jika ada lalat yang jatuh pada makanan atau minuman, lalu kuman yang menempel pada sebagian organ tubuhnya berpindah ke makanan atau minuman, maka antibakteria yang juga dibawa lalat pada salah satu sayapnya akan bekerja membunuh kuman. Bila di sana ada penyakit, maka obatnya juga tidak akan jauh dari penyakit itu. Maka lalat tersebut dapat dibenamkan secara keseluruhan, baru kemudian dibuang. Hal ini sudah cukup untuk membunuh kuman yang dibawa lalat dan akan merusak kerja kuman tersebut. Selain itu, lalat bisa menyuburkan pembenihan kuman beberapa penyakit. Setelah beberapa saat kuman itu pun mati dan pengaruhnya tidak tampak. Kemudian dalam lalat itu terbentuk unsur yang membunuh kuman-kuman yang dinamakan anti-bakteria. Apabila inti lalat diletakkan pada larutan yang bersih, maka akan diketahui empat macam kuman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, namun ada pula empat macam unsur yang mampu membunuh empat macam kuman itu, wallahu a'lam.

(Sumber: a. Tafsir Ibn Katsir, b. Aysar at-Tafasir karya Abu Bakar al-Jaza`iri, c. Majalah at-Tauhid,Vol.V, 1977; Musykilat al-Ahadits an-Nabawiyyah karya Abdullah Ibn Al Najdi al-Qushaimi [seperti dinukil dari makalah oleh Helmy Yusuf]) Abu Hafshoh

Dikutib/diedit dari:www.alsofwah.or.id

 
BERTASBIH

KEUTAMAAN TASBIH, TAHMID, TAHLIL DAN TAKBIR
 

 254. قَالَ مَنْ قَالَ: سُبْحَــانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

 

254. Beliau bersabda : “ Siapa yang membaca : Subhanallah wabiham-dihi dalam sehari sebanyak seratus kali, maka akan diampuni kesalahannya walaupun sebanyak buih dilautan “

 

(Bukhori 7/168, Muslim 4/2071)

 

 

255. وَقَالَ : مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَشْرَ مرات، كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَرْبَعَةَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ

255. Beliau j uga bersabda : “ Siapa yang mengucapkan : Laa Ilaaha Illallah wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahulhamdu wa hua alaa kulli syai’in qadiir, sebanyak sepuluh kali, maka dia bagaikan orang yang memerdekakan empat orang (budak) anak keturunan (Nabi) Isma’il “

(Bukhori 7/67, Muslim 4/2071)

 

256. وَقَالَ: كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلىَ اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِي الْمِيْزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَانِ: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Beliau bersabda: “Dua kalimat yang ringan (diucapkan) oleh lisan, berat dalam timbangan (di akhirat), disu-kai oleh Ar-Rahman : Subhaanaal-lahi wabihamdihi Subhanallahil Aziim “   (Bukhori 7/168, Muslim 4/2072)

 

257. وَقَالَ J: لأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

 

257. Beliau bersabda: “ Aku mengucapkan: Subhanallah wal-hamdulillah walaa ilaaha Illallah wallahu akbar, lebih aku cintai dari terbitnya matahari “

  (Muslim 4/2072)

258. وَقَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ " فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أًحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ، فَيُكْتَبَ لَهُ أَلْفَ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفَ خَطِيْئَةٍ

 

258. Beliau bersabda: “ Tidak mampukah salah seorang diantara kalian meraih seribu kebaikan setiap hari?”, lalu diantara hadirin ada yang bertanya: “ Bagaimana kita dapat meraih seribu kebaikan?”, beliau bersabda: “Bacalah Tashbih sebanyak seratus kali, maka dicatat baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu keburukan “     (Muslim 4/2073)

 

259. مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ نَخْلَةٌ فِي الْجَنَّةِ.

 

259. “ Siapa yang mengucapkan: Subhanallahil Adziim wa bihamdih. Maka akan ditanamkan baginya pohon korma disyurga “

 

(Turmuzi 5/511, Hakim 1/501 dishahihkan dan disetujui oleh Zahabi. Lihat Shahihul jaami’ 5/531 dan Shahih Turmuzi 3/160)
 

 

260. وَقَالَ: يَا عَبْدَ اللهِ بْنِ قَيْسٍ أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوْزِ الْجَنَّةِ ؟ فَقُلْتُ: بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ : قُلْ    لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

 

260.Beliau bersabda: “ Wahai Abdullah bin Qais, maukah engkau aku tunjukkan diantara pundi-pundi syurga ?”, aku berkata:         “ Mau yaa Rasulullah “, beliau bersabda: “Katakanlah Laa haula walaa quwwata illa billah“

 

(Bukhori dalam Fathulbaari 11/213, Muslim 4/2076)

 

261. وَقَالَ: أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ .

261. Beliau juga bersabda: “ Ucapan yang paling Allah cintai ada empat: Subhanallah,  Walhamdulillah, Walaa ilaaha illallah, Wallahu-akbar, darimana saja kamu mulai tidak apa-apa “           (Muslim 3/1685)

 

262. جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ فَقَالَ: عَلِّمْنِي كَلاَماً أَقُوْلُهُ: قَالَ: قُلْ:   لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ،     اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْراً، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ قَالَ فَهَؤُلاَءِ لِرَبِّي فَمَا لِي ؟ قَالَ: قُلْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي،وَارْزُقْنِي

 

 

262.Seorang badui datang kepada Rasulullah lalu berkata : “ Ajarkan aku bacaan yang dapat aku lakukan: beliau bersabda: “Katakanlah Laa ilaaha Illallahu wahdahu laa syariikalahu, Allahu Akbar kabiira, walhamdulillahi katsiiro, Subhanallahirabbil ’aalamin, Laa haula walaa quwwata Illaa billaahil Aziizil hakiim “, orang itu berkata lagi : “Itu semua untuk Tuhanku, mana yang untukku ?” beliau bersabda: “Katakan Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, warzuqnii (ya Allah ampunilah aku,belas kasihanilah aku,tunjukilah aku dan berilah aku rizki)“

 

 

(Muslim 4/2072, AbuDaud menambahkan dalam riwayatnya: Tatkala orang Badui itu pulang Rasulullah  j bersabda: “Orang itu telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan “ 1/220)

 

263. كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبِيُّ الصَّلاَةَ ثُمَّ أَمَرَهُ أَنْ يَدْعُوَ بِهَؤُلاَءِ اْلكَلِمَاتِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي

 

263. “ Jika ada seseorang yang masuk Islam, maka Rasulullah mengajarkannya shalat, kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan doa berikut: Allahummagh-firlii, warhamnii, wahdinii, wa’aa-finii, warzuqnii “          (Muslim 4/2073)

 

264. إِنَّ أَفْضَلَ الدُّعَاءِ الْحَمْـدُ لِلَّهِ،

 وَأَفْضُلَ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ

264. “ Sesungguhnya doa yang paling afdhol adalah Al Hamdulillah, dan zikir yang paling utama adalah Laa ilaaha ilallah

 

(Turmuzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Hakim 1/503 dishahihkan dan disetujui oleh Zahabi. Lihat Shahih Jaami’ 1/362)

 

265. الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

 

265. “ Ucapan-ucapan yang baik adalah Subhanallah, walhamdu-lillah, walaailaaha illallah, wallallahu akbar,  walaa haula walaa quw-wata illah billaah“

 

(Ahmad no. 513 susunan Ahmad Syakir dengan sanad yang Shahih. Lihat Majma’uzzawaa’id 1/297.  Ibnu Hajar mengutipnya dalam Bulughul Maraam melalui riwayat Abi Sa’iid  hingga Nasa’i, dan dia berkata: Dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim)

 

 

Selengkapnya...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Results 15 - 19 of 19

Product Scroller

Flash Disk 4GB
Flash Disk 4GB
Rp. 200.000
Rp. 110.000
Hemat: 45%

PROCESSOR NEW
PROCESSOR NEW
Rp. 1

Sprei Lembut
Sprei Lembut
Rp. 75.000
Rp. 71.250
Hemat: 5%

Sprei dan Bed Cover
Sprei dan Bed Cover
Rp. 165.000

HANDYCAME PANASONIC
HANDYCAME PANASONIC
Rp. 3.750.000
Rp. 3.562.500
Hemat: 5%

Latest products

Tips Contoh Surat Lamaran (Email)
Tips Contoh Surat Lamaran (Email)
Rp. 1
Tips Wawancara
Tips Wawancara
Rp. 1

Statistic

1 guest online
Jumlah Pengunjung
13257 Visitors

Customer Support


Live Support - Always Connecting

ariprabowo

ayu


Shopping Cart

Show Cart
Keranjang belanja kosong.

Kategori Produk


Lihat Semua Produk
 



 
User Login




Kehilangan Password?
Belum terdaftar? Register